Belajarlah menghargai waktu, mumpung masih muda. Saya saja kadang menyesal karena dulu ketika mahasiswa sering membuang-buang waktu begitu saja. Masak harus setua saya dulu baru sadar pentingnya waktu? Kata orang, orang pintar adalah mereka yang tidak mengulangi kesalahan yang pernah dibuatnya, sedangkan orang yang bijaksana adalah mereka yang tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh orang lain *smile*. Ohya, saya biasanya menawarkan kepada mahasiswa untuk memilih sendiri jadwal dead-line pengumpulan laporan mereka (dalam batas wajar). Tapi ingat, laporan telat 1 menit menurut jam di lab mikro tidak akan diterima, ya… masak dead-line bikinan sendiri dilanggar sendiri….*smile*. katanya—> (afie.staff.uns.ac.id)
Sejenak lelucon untuk anda semua :
Di sebuah kafe, dua orang sahabat-Eko dan Parto-sedang bermain teka-teki.
“To, menurutmu, olahraga apa yang paling berat?” tanya Eko.
“Catur. Masak kuda dan benteng diangkat-angkat?” jawab Parto sekenanya.
“Terus, hewan apa yang paling aneh?” tanya Eko lagi.
“Belalang kupu-kupu. Soalnya kalau siang makan nasi, kalau malam minum susu!” sahut Parto.
“Terus, siapa orang yang paling pertama mendengar lagu Indonesia Raya?” lagi-lagi Eko bertanya.
“Yah, WR Supratman sendiri! Siapa lagi?” balas Parto.
“Terus, siapa wanita yang paling kuat di Indonesia?” Eko terus bertanya.
“Tentu saja Nyonya Meneer. Bayangkan saja, sudah berdiri sejak tahun 1908, ” kembali Parto menjawab.
“Satu lagi. Majalah apa yang paling mahal?” pertanyaan Eko yang terakhir.
“Bobo sama Gadis, “jawab Parto sambil cengengesan.
Hahaha!
By : ippho santosa
Pilihan anda untuk rating terlucu diatas ADALAH, wink-wink..hee
NICE DAY YA…

From Mrs.Agartha Gazi.
Dari Mrs.Agartha Gazi.
Cuaca yang sedikit mendung tergambarkan di kala sore harinya matahari yang menyinari bumi indonesia. Sejenak berpikir dan bersenda gurau di kehidupan yang tidak berubah-ubah. Adanya elemen-elemen dalam tubuh manusia yang tidak pernah berhenti untuk bergerak, sehingga setiap waktu kita dituntut untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah diduga. Baru disadari bahwasannya, ilmu itu datang dan muncul untuk kita dengan unsur ketidaksengajaan. Salah satu wacana baru yang saya ketahui adalah, “akal dan nafsu” & “laki-laki dan perempuan”. 



























Bicara mengenai mudik ini sudah tradisi yang tidak akan pernah hilang seiring berputarnya waktu. Saya hanya ingin mengucapkan “selamat menemui keluarga tercinta, selalu waspada dan selalu hati -hati dijalan dengan barang bawaan kita, karena keluarga selalu menantikan kedatangan anda”. (alhamdulillah dan senangnya saya bisa mudik tahun ini ke pulau kampung terindah yaitu “


















